Pemulihan ekonomi pasca-pandemi di Asia menunjukkan gambaran yang bervariasi, dengan beberapa negara menunjukkan ketahanan dan pertumbuhan yang mengesankan, sementara yang lain masih berjuang untuk bangkit sepenuhnya. Sorotan ekonomi ini menganalisis faktor-faktor yang mendorong pemulihan cepat dan tantangan yang masih harus dihadapi.
Negara-negara dengan tingkat vaksinasi tinggi, kebijakan lockdown yang adaptif, dan sektor manufaktur yang kuat seringkali menjadi yang terdepan dalam pemulihan. Mereka berhasil menjaga rantai pasokan tetap berjalan dan memenuhi permintaan ekspor global yang meningkat, termasuk untuk chip semikonduktor.
Namun, negara-negara yang sangat bergantung pada pariwisata atau memiliki sektor informal yang besar menghadapi tantangan yang lebih besar dalam pemulihan. Mereka harus berinovasi dalam menarik Digital Nomad dan mengembangkan sektor ekonomi baru, seperti EdTech atau FoodTech.
Meskipun terjadi pemulihan, risiko inflasi yang dipicu oleh konflik di Eropa dan fluktuasi harga komoditas global tetap menjadi kekhawatiran. Pemerintah dan bank sentral di Asia perlu menavigasi kondisi ini dengan cermat untuk memastikan pertumbuhan berkelanjutan.
Pemulihan ekonomi pasca-pandemi di Asia bervariasi; negara dengan vaksinasi tinggi dan manufaktur kuat pulih cepat. Negara yang bergantung pada pariwisata berjuang. Risiko inflasi dan harga komoditas global tetap menjadi kekhawatiran.

