Industri otomotif Asia mengalami dampak signifikan dari krisis chip semikonduktor global. Keterbatasan pasokan chip, yang penting untuk sistem manajemen mesin, infotainment, dan ADAS modern, telah menyebabkan penundaan produksi, penutupan sementara pabrik, dan hilangnya miliaran dolar pendapatan.
Asia, yang merupakan pusat manufaktur otomotif dan sekaligus pusat produksi chip (Taiwan, Korea Selatan), berada di persimpangan krisis ini. Meskipun beberapa negara berupaya membangun kapasitas chip lokal yang independen, rantai pasokan otomotif tetap sangat bergantung pada chip yang diproduksi di beberapa lokasi saja.
Krisis ini telah mengungkap kerapuhan model Just-in-Time (JIT) yang diadopsi industri otomotif. Produsen kini mulai beralih ke strategi manajemen risiko rantai pasokan yang lebih tangguh, termasuk penimbunan buffer stock chip yang kritis.
Jangka panjang, krisis ini mempercepat kerja sama antara produsen mobil dan pembuat chip untuk merancang chip khusus otomotif. Negara-negara Asia dipaksa untuk berinvestasi besar dalam mengamankan pasokan komponen penting ini untuk masa depan industri.
Krisis chip global berdampak signifikan pada rantai pasokan otomotif Asia, menyebabkan penundaan produksi, dan memaksa produsen otomotif untuk beralih dari model Just-in-Time ke strategi manajemen risiko yang lebih tangguh.

